DURHAKA ORANG TUA SEBELUM ANAK
DURHAKA ORANG TUA SEBELUM ANAK
Memiliki Anak-anak yang Solih & Solihah ialah dambaan dari setiap Orang Tua, dan tiada satu Orang Tua pun yang ingin Anak-anaknya kelak menjadi Anak yang Durhaka kepada Orang Tuanya.
Sangat memprihatinkan rasanya, bila kita jumpai di sekitar kita, tatkala ada Orang Tua yang diperlakukan secara tidak sopan dan bahkan kasar oleh Anak-anak mereka.
Perlu diketahui, bahwa sang Anak belum tentu menjadi satu-satunya yang bersalah dalam Hal tersebut.
Sebab dalam beberapa Survei yang Penulis lakukan, ternyata, sebagian besar pelaku pendurhakaan ini mengaku bahwa perlakuan yang mereka lakukan itu, sebagai Balasan atas perlakuan Orang Tuanya dulu sewaktu mereka masih kecil dan bahkan remaja.
Dan setelah Penulis amati dan diam-diam mengutip Data, ternyata terdapat beberapa Titik Masalah yang memicu seorang Anak menjadi Dendam dan Durhaka kepada Orang Tuanya di Hari Tua, antara lain ialah:
1. Orang Tua yang suka Pilih Kasih terhadap Anak-anaknya.
Benar, ketika seorang Anak memiliki suatu kelebihan dibandingkan Saudaranya yang lain, baik secara Fisik ataupun Prestasi, Orang Tua cenderung membanggakannya dan memperlakukannya secara istimewa.
Dampak dari situasi ini, sangat rawan menimbulkan rasa iri hati, dan dapat meruncing menjadi Dendam Kesumat yg terbawa hingga Anak-anak telah tumbuh besar.
Maka dari itu, Dear Orang Tua yang Budiman, Syukurilah dan Setarakan semua Anak-anak kita secara Adil, dengan segala kekurangan & kelebihan mereka masing-masing.
2. Orang tua yang Pemarah/Temprament dan kerap berkata kasar kepada Anak-anaknya.
Ketika Anak melakukan kesalahan ringan, dan Orang Tua mudah menanggapinya dengan mendahulukan Emosi, Anak tentu tidak akan merasa Nyaman, dan Geram kepada Orang Tuanya yang suka menghakiminya, bukannya memberikan Bimbingan dan Pengertian.
Selain itu juga, sikap Orang Tua sewaktu marah itu, malah menjadi Contoh, yang otomatis akan terekam dalam ingatan sang Anak, dan sikap itupun Akhirnya di tiru.
3. Orang Tua yang membebankan Pendidikan Anaknya hanya kepada Guru di Sekolah, atau kepada Pengajar di Lingkungan yang lain.
Karena, jika Pendidikan Anak hanya diperoleh dari luar Rumah, tentu Anak tidak akan mampu menerapkan didikan yg ia peroleh secara Sempurna di dalam lingkungan Rumahnya sendiri, tanpa adanya Praktek perbuatan nyata yang dituntunkan oleh Orang Tuanya secara Langsung, untuk merealisasikan Teori-teori yg diterima dari sang Guru.
Terlebih lagi jika Orang Tua ternyata biasa berkelakuan tidak Edukatif di depan Anak, semisal, suka berkata kotor atau suka merusak Barang sewaktu Marah.
Sehingga sewaktu tua, Anak merasa bahwa Orang Tuanya bukanlah Teladan yang patut untuk di hormati.
Demikian sedikit ulasan sederhana yang dapat Penulis sampaikan, dan semoga Tulisan ini dapat bermanfa'at bagi kita semua, dalam mendidik Anak yang Solih dan Solihah.
Aaamiin....
Komentar
Posting Komentar