Salah Satu Ciri Orang Tua Yang Merugi
Salah Satu Ciri Orang Tua yang Merugi
ialah:
Orang Tua yang biasa menjaga wibawah di depan Anaknya.
Yakni, Orang Tua yang mempunyai "Tujuan" agar Anak menjadi "Tunduk" dan senantiasa mematuhi semua perintah dari Orang Tua.
Namun Ironisnya, cara ini justru hanya akan menimbulkan Efek-efek yang Negatif bagi pertumbuhan Psikis/Kejiwaan sang Anak,
antara lain:
1. Anak Merasa Tidak Disayangi
Sebab bagi sang Anak, Orang Tua mereka telah mereka anggap hanya sebagai Tukang pemberi Perintah dan Larangan saja, dan Anak merasa hanya menjadi Alat untuk menyenangkan hati Orang Tuanya semata.
2. Anak Berusaha Menjauh Dari Orang Tuanya
Hal ini terjadi dikarenakan, sebab perasaan Nyaman yang sudah tidak lagi dirasakan oleh sang Anak untuk berada Lama di dekat Orang Tuanya yang cenderung minta disegani dan Low Respon.
3. Anak Mulai Belajar Bersandiwara
Yakni, Anak mulai belajar untuk terlihat Patuh ketika mereka ada dalam pengawasan Orang Tuanya langsung, sedang jika Orang Tua sedang tidak melihatnya, mereka seringkali mengabaikan perintah dan Larangan-larangan Orang Tua.
4. Anak Menjadi Acuh
Dan malah ingin melakukan semua yang di Larang oleh Orang Tua, sebagai Luapan dari rasa Kesal dan Perasaan mereka yang tertekan.
5. Hingga Anak Akan Mencari Lingkungan Lain
Dimana mereka bisa mendapatkan "Kehangatan" dan "Kenyamanan" yang tidak mereka dapatkan ketika bersama dengan Orang Tua mereka yang berkarakter "Jaga Image", bahkan sang Anak tidak akan peduli, jika Lingkungan itu ternyata menuju ke Arah yang Buruk.
SOLUSI
1. Orang Tua sepantasnya berusaha untuk menjalin keakraban kepada Anaknya, dengan sering mengajak ngobrol dan bercanda gurau.
2. Orang Tua hendaklah mengangkat Anaknya menjadi seorang Sahabat, dimana Anak akan mendapatkan tempat yang Aman dan Nyaman untuk menumpahkan segala Cerita permasalahan dan Kebahagiaan hatinya, hingga hilanglah Jarak diantara Anak dan orang tua.
3. Orang Tua semestinya tidak Pelit Respon kepada Anak, dan berusaha untuk selalu bersikap Apresiatif, serta mencoba memilih kata-kata yg tidak menyinggung Perasaan, ketika hendak menunjukkan atau mengingatkan jikalau Anak sedang berbuat Salah.
Komentar
Posting Komentar